Alfa Haga Rachmady
Dikirimkan oleh Pada 29 Mei 2017

Pada medio tahun 2014, PT. Hutama Karya (Persero), atau HK, resmi menerima penugasan dari Pemerintah untuk mengembangkan Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS). Amanah besar ini memiliki efek domino yang cukup masif dan substansial bagi keberlangsungan HK selaku perusahaan yang lahir dan tumbuh di bidang jasa konstruksi. Sesuai Perpres Nomor 100 tahun 2014 yang kemudian diperbarui menjadi Perpres Nomor 117 Tahun 2015, penugasan pada pengembangan JTTS yang diemban HK meliputi pendanaan, perencanaan teknis, pelaksanaan konstruksi, pengoperasian, dan pemeliharaan. Melalui cakupan tugas ini, secara otomatis HK dituntut untuk mentransformasi dirinya, dari yang selama ini berkiprah selaku pelaksana konstruksi, menjadi perusahaan pengembang infrastruktur (infrastructure developer) dengan kompetensi dan cakupan bisnis yang lebih luas. Dengan kata lain, perubahan menyeluruh mutlak harus dilakukan di HK.

    Muhammad Ikhsan
Dikirimkan oleh Pada 12 Mei 2017

Oleh : Muhammad Ikhsan

Kota Palu, siapa yang tidak mengenal ibu kota dari Provinsi Sulawesi Tengah ini? Selain lokasi kotanya yang agak unik karena berada di pinggiran teluk dan dilewati garis khatulistiwa, salah seorang pejabat Kota Palu juga merupakan artis kenamaan ibu kota, yang tidak lain adalah Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu yang sekarang menjadi Wakil Walikota Palu.

    M. Ihsan Nataprawira
Dikirimkan oleh Pada 08 Mei 2017

Oleh : M. Ihsan Nataprawira

Dari berbagai seminar yang saya ikuti, posisi PR di banyak perusahaan diposisikan ibarat sebagai Pemadam Kebakaran. Artinya, ketika sudah terjadi krisis atau masalah, pasti PR menjadi tumpuan untuk meredamkan masalah yang bergejolak meskipun untuk beberapa perusahaan dengan bisnis tertentu bisa nyawa taruhannya.

    Nurlaela Arief
Dikirimkan oleh Pada 08 Mei 2017

Oleh : Lala Arief*

Beberapa hari ini saya tertegun menyimak beberapa teman praktisi PR berpengalaman, kinerja bagus, memiliki posisi Manager bahkan VP, lalu mengalami transfer karir, baik ke bidang yang masih relevan dengan fungsi public relations maupun ke departemen lain yang tidak terlalu relevan. “Namanya juga karyawan, tentunya ditempatkan dimanapun kita harus siap,” ungkap salah satu kawan saya yang baru pindah departemen, menghibur diri.  Sayang sekali memang, banyak teman praktisi PR yang sudah expert, mature, good performance, belum ditempatkan inline dengan career path yang semestinya.

    Siwi Widjayanti Hadiprajitno
Dikirimkan oleh Pada 04 Mei 2017

oleh : Siwi Widjayanti

Uang kertas Tahun Emisi (TE) 2016 memang sangat ‘sexy’. Terbukti, begitu diterbitkan oleh Presiden Republik Indonesia pada 19 Desember 2016 lalu di Bank Indonesia, berbagai berita viral membahana melalui medsos, baik di Facebook, Twitter, hingga Whatsapp. Berseliweran riuh. Setidaknya ada 4 (empat) kabar kabur nggak jelas yang menggoyang 11 pecahan baru itu, yakni: uang Rupiah tidak dicetak oleh Peruri melainkan oleh sebuah perusahaan swasta di Kudus; uang Rupiah mirip mata uang Yuan; uang Rupiah mengandung unsur gambar palu arit; dan uang Rupiah dicetak dengan skema n+1 untuk kepentingan tertentu. 

Halaman 1 dari 6
Beranda Inspirasi Catatan dari Kawan