Ahmad Reza
Dikirimkan oleh Pada 26 April 2017

Mencapai Tujuan Strategis Melalui Fungsi Humas

Oleh : Ahmad Reza

Dinamika dan pola arus informasi terus bergerak. Informasi sedemikian deras menghantam benak publik terutama melalui media sosial. Fungsi public relations (hubungan masyarakat, humas) kian penting. Adu kreativitas dan originalitas menjadi syarat penting dalam menyebarkan informasi, terbukti beberapa hari yang lalu kita pun terkena isu Hoax Buster terkait  SPBU yang terbakar di Jakarta, sehingga pilihan hanya menjadi kreatif dan mendapat perhatian atau hanya menjadi sayup-sayup di keriuhan.

Tak hanya media dan kanal komunikasi yang mengalami konvergensi di era digital. Komunikasi pun demikian. Perkembangannya luar biasa. Humas masa kini tak melulu urusan komunikasi dan kreativitas karena media sosial juga menjadi ajang crowd sourcing, penajaman ide, hingga challenge dari pembaca secara langsung. Ini menjadi berkah sekaligus musibah. Berkah karena program komunikasi dapat terus terasah dan kian tajam dari waktu ke waktu atau menjadi musibah karena tidak siap dengan perubahan.
 
Beberapa organisasi melihat peluang komunikasi sedemikian besar dan mengolahnya untuk mengumpulkan kekuatan demi meraih tujuan strategis. Salah satu contohnya adalah program "BUMN Hadir untuk Negeri". Satu pesan bersama yang dilakukan semua BUMN secara serentak  dimana awalnya hanya mengkomunikasikan BUMN harus hadir dan dirasakan langsung di tengah-tengah masyarakat dengan mengkomunikasikan bersama beberapa program seperti BUMN Mengajar, pasar murah dan renovasi rumah veteran. Program ini mengumpulkan banyak energi positif dan hasil yang luar biasa besar. Program pasar murah memberikan alternatif belanja masyarakat menengah bawah terhadap sembako berharga khusus. Rumah veteran tak hanya bermakna memperbaiki rumah tentara perang namun juga memaknai lebih dalam jasa veteran perang yang mengorbankan segalanya untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Tak kurang 2.500 titik pasar murah dan lebih dari 1700 perbaikan rumah dilakukan selama beberapa tahun terakhir. Saat ini program  "BUMN hadir untuk Negeri" ini berlanjut menjadi program komunikasi strategis dengan menganalogikan produk BUMN memiliki kualitas bagus dan juga berdampak langsung untuk masyarakat, hal ini bisa terlihat dari beberapa produk BUMN yang selalu melampirkan logo "Bumn Hadir untuk Negeri" di sampingnya.
 
Pola-pola komunikasi bersama ala BUMN dapat pula dilakukan untuk program-program strategis lainnya dan dilakukan siapa saja, bahkan negara. Semisal promosi mengurangi konsumsi beras. Konsumsi beras Indonesia sekitar 130-140kg per kapita/tahun, bisa jadi yang tertinggi di dunia. Konsumsi tersebut mengakibatkan Indonesia harus mempersiapkan terus menerus tambahan lahan padi sementara lahan terbatas. Di sisi lain, konsumsi sayur dan buah di Indonesia sebesar 35kg/kapita/tahun, relatif rendah dibanding standar sehat dunia. Penurunan konsumsi beras dengan mengalihkan konsumsi ke karbohidrat (selanjutnya disingkat sebagai karbo) dalam negeri lainnya seperti singkong, ubi jalar, sagu, dan lain-lain bisa dilakukan dengan mengelola program serupa apa yang dilakukan BUMN bersama-sama, mengumpulkan stakeholders yang peduli dan mengasah kreativitas dalam mengangkat isu tersebut ke publik. Misalnya mengangkat kuliner daerah yang menggunakan karbo non beras menjadi perhatian nasional bahkan dunia. Hal yang sama juga dapat dilakukan untuk meningkatkan konsumsi sayur dan buah lokal. Program tersosialisasikan secara luas, hasil positif diraih dan dapat terkumpul banyak pihak yang mau dan mampu mencurahkan energinya untuk mendukung program strategis tersebut
 
 
***
 
Memanfaatkan komunikasi untuk mencapai tujuan strategis bukanlah hal baru di Indonesia. Dapat dikatakan berkomunikasi secara efektif dengan stakeholders yang tepat adalah kekuatan bangsa Indonesia. Ambil contoh, Kongres Pemuda Indonesia yang melahirkan Sumpah Pemuda. Dari mana mereka dapat informasi akan ada acara tersebut, berkumpul dan merumuskan sumpah pemuda? Zaman itu tak ada jaringan seluler yang mapan untuk berkomunikasi, tapi acara tetap berjalan dan hasilnya tajam.
 
Hal yang sama terjadi saat proklamasi kemerdekaan. Bagaimana Indonesia mengkomunikasikan kemerdekaan dan mendapat pengakuan negara-negara di dunia di tengah Belanda yang tengah bersiap kembali masuk ke Indonesia didukung tentara sekutu yang baru menang perang dunia?
 
Cara bertempur dan berkomunikasi ke dunia juga ditunjukkan ke dunia ketika agresi militer Belanda, gerakan non blok, dan konferensi Asia Afrika. Meraih tujuan strategis dengan berkomunikasi efektif, melibatkan stakeholders strategis yang memiliki kesamaan visi-misi. Menjalin aliansi dengan sebanyak mungkin pihak yang peduli.
 
Hari ini, semangat founding fathers Indonesia harusnya digali kembali untuk menyemangati bangsa ini. Tugas humas salah satunya menjadi pilar pembangkit semangat berkomunikasi strategis yang sudah menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa.
 
Harus disadari, peran humas kini tak sekedar lips service atau hanya another pretty face di depan kamera. Humas masa kini perlu menguasai kanal komunikasi yang dinamis, memetakan strategis stakeholders, mampu menjalin aliansi dengan banyak pihak secara bermartabat dan last but not least, memiliki kecepatan belajar yang tinggi.

Penulis :
Ahmad Reza
Ketua Umum FH BUMN

  Ahmad Reza

Ketua Umum FH BUMN

Beranda Inspirasi Catatan dari Kawan Mencapai Tujuan Strategis Melalui Fungsi Humas