M. Ihsan Nataprawira
Dikirimkan oleh Pada 08 Mei 2017

Pemadam Kebakaran vs Security System dalam Perspektif PR

Oleh : M. Ihsan Nataprawira

Dari berbagai seminar yang saya ikuti, posisi PR di banyak perusahaan diposisikan ibarat sebagai Pemadam Kebakaran. Artinya, ketika sudah terjadi krisis atau masalah, pasti PR menjadi tumpuan untuk meredamkan masalah yang bergejolak meskipun untuk beberapa perusahaan dengan bisnis tertentu bisa nyawa taruhannya.

Hal terdengar lebay, namun fakta di lapangan bisa seperti itu.  Mengapa bisa seperti itu? Karena yang dihadapi adalah orang-orang yang sedang merasa terancam dengan keberadaan perusahaan dimana tempat PR itu bekerja, contohnya seperti Perusahaan Minyak, Perusahaan Batu Bara, atau perusahaan yang berkaitan dengan pekerjaan proyek-proyek konstruksi. (agar dijelaskan mengapa jenis perusahaan ini yang diambil sebagai studi kasus?). Mengapa saya katakan demikian, terkadang PR tidak pernah dilibatkan ketika manajemen akan membuat suatu kebijakan dalam sebuah perusahaan, karena mungkin secara tupoksi PR di beberapa perusahaan PR dianggap bukan sebagai profit center namun sebagai cost center atau hanya sebagai supporting saja.  Padahal sebetulnya dalam aktivitas pekerjaannya PR bisa diperbantukan dalam hal membuat pemetaan reputasi terhadap perusahaan yang tentunya sangat berkaitan erat dengan kebijakan bisnis yang akan diputuskan.

Beberapa perusahaan yang berkonsentrasi pada pelayanan sudah membuat sistem pemetaan terhadap pembangunan reputasi perusahaan yang nantinya akan diselaraskan dengan rencana kerja perusahaan.

Pekerjaan rumah seorang PR cukup berat salah satunya adalah mengubah persepsi manajemen terhadap fungsi PR dalam perusahaan. Masih ada saja manajemen perusahaan yang tidak percaya bahwa PR mempunyai manfaat  sangat besar bagi perusahaan. Anggapan ini ada karena adanya kesalahan manajemen perusahaan dalam menempatkan fungsi PR,  contohnya PR disamakan fungsinya sama dengan Marketing yaitu membantu memasarkan produk; ada yang hanya berfungsi sebagai Media Relation; atau hanya melaksanakan event-event perusahaan saja sesuai dengan permintaan Pimpinan Perusahaan. Padahal peran PR tidak beda dengan fungsi manajemen lainnya yang memerlukan perencanaan, pengorganisasian, aksi dan evaluasi, dalam arti kinerja PR haruslah terencana dengan baik, dan dirumuskan tujuannya dan ditentukan tingkat keberhasilannya.

Ketika peran PR sudah ditempatkan sebagaimana mestinya dan fungsinya sudah berjalan dengan baik maka dengan sendirinya fungsi PR menjadi Management Security System, yang artinya sebelum isu atau krisis terjadi PR bisa melakukan mitigasi terhadap kebijakan yang akan diputuskan oleh manajemen sehingga membantu mencegah adanya lost profit perusahaan ketika terjadi krisis. 

Dengan melihat permasalahan yang terjadi seperti di atas, kembali kepada manajemen perusahaan apakah PR dijadikan sebagai Pemadam Kebakaran atau berfungsi sebagai Security System. Sangat diharapkan adanya keseragaman fungsi PR dalam perusahaan BUMN sehingga keselarasan tujuan dari hulu ke hilirnya terdapat kesamaan juga. Meskipun terdapat perbedaan jenis industri BUMN namun dalam pelaksanaan kegiatan bisnis perusahaan BUMN memiliki kesamaan tujuan yaitu memberikan yang terbaik bagi seluruh stakeholder dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

  M. Ihsan Nataprawira

Corporate Communication
PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung
Jl. Pulokambing No. 1 Kawasan Industri JIEP Jakarta Timur
021. 4600305
Email  : isan_jiep@yahoo.co.id /  r.m.ihsan@jiep.co.id

Beranda Inspirasi Catatan dari Kawan Pemadam Kebakaran vs Security System dalam Perspektif PR