Nurlaela Arief
Dikirimkan oleh Pada 08 Mei 2017

Manuver dalam PR

Oleh : Lala Arief*

Beberapa hari ini saya tertegun menyimak beberapa teman praktisi PR berpengalaman, kinerja bagus, memiliki posisi Manager bahkan VP, lalu mengalami transfer karir, baik ke bidang yang masih relevan dengan fungsi public relations maupun ke departemen lain yang tidak terlalu relevan. “Namanya juga karyawan, tentunya ditempatkan dimanapun kita harus siap,” ungkap salah satu kawan saya yang baru pindah departemen, menghibur diri.  Sayang sekali memang, banyak teman praktisi PR yang sudah expert, mature, good performance, belum ditempatkan inline dengan career path yang semestinya.

Karena pernah cukup lama duduk di posisi human capital dan pengembangan SDM, saya sangat menyayangkan kondisi ini, dari sudut pandang knowledge based, keahlian dan pengalaman itu apabila tidak sempat ditransfer ataupun didokumentasikan melalui knowledge management system, investasi besar untuk pengembangan SDM PR tersebut lenyap dan sia-sia.

Terlepas dari itu semua, untuk yang baru berkarir dan yang sudah cukup lama namun ingin bertahan dan berkembang pada jalur karir yang diminati, saya ingin berbagi tentang bagaimana kita bisa bertahan di bidang yang paling kita cintai ini.

Personal Qualities

Seorang praktisi PR memerlukan sejumlah kompetensi yang terkategori personal qualities dan keahlian professional/business skill. Aspek keahlian profesional sangat bisa dipelajari, skill set untuk professional business skill ini -seperti kemampuan dalam perencanaan Program PR, Media Relations, PR writing, digital PR, reputation and crisis management- itu semua bisa dipelajari, dengan banyak membaca buku, bertanya pada teman yang ahli, mengikuti pelatihan, workshop, training dan bahkan kita bisa mengambil sertifikasi.

Bagaimana dengan personal qualities? Bisa dikatakan kemampuan ini merupakan bawaan dari dalam diri setiap individu. Dikutip dari buku The PR Practitioner’s Desktop Guide by Caroline Black (2009;29) Personal Qualities in PR terdiri dari kemampuan menjalin kedekatan dan diplomasi, kemampuan menghadapi masalah dan menghadapi karakter orang-orang yang sulit, kemampuan menggunakan humor yang tepat pada sebuah situasi, keinginan untuk terus tumbuh dan belajar, curiosity, self confident dan yang cukup berperan untuk bisa bertahan dan sukses dalam karir PR adalah kemampuan creativity. Skill set dalam personal qualities ini bisa dikatakan sebagai “sebuah manuver dalam PR”.

Manuver

Pertama kali saya mendengar istilah ini dari pakar Public Relations, Prof. Soleh Sumirat, sebelumnya beliau Guru Besar FIKOM UNPAD. Dalam sebuah kesempatan wawancara riset, ia mendefinisikan bahwa PR adalah sebuah manuver, layaknya strategi perang yang dilakukan pada militer. Saya mencari sendiri dan mendefinisikan apa itu manuver PR dalam perspektif yang positif. Bagaimana kita mengembangkan kemampuan manuver tersebut melalui strategi dan implementasi kerja PR yang pas.

Praktek lain dari definisi manuver dalam PR adalah  bahwa kita harus mampu come up dengan sejumlah ide dan strategi untuk menjadikan sebuah pekerjaan lebih efektif, mendorong untuk menemukan solusi dan problem solving dengan kemampuan inward & outward looking.

Sebuah manuver PR dalam arti positif bisa didefinisikan sebagai strategi yang cerdas agar mampu bertahan, dengan memberdayakan sumber-sumber tim PR internal sehingga memiliki keseimbangan dan kemampuan pertahanan dan sulit untuk dipatahkan, dengan taktis PR yang pas melalui pilihan tools baik strategi PR 1.0 (traditional PR) maupun PR 2.0 (New Media). Berdasar dari filosofi itulah, beberapa tahun terakhir ini saya mendorong tim internal untuk melakukan sebuah strategi manuver PR yang positif, sejalan dengan dorongan inovasi dari perusahaan.

Sejak 2016, Biofarma (tempat dimana saya mengabdikan diri dan berkarya) memberikan pengakuan dan apresiasi untuk kreativitas dan inovasi. Penghargaan dan reward diberikan untuk departemen yang berhasil melakukan inovasi dalam pekerjaan melalui sebuah kreativitas. Menariknya, apresiasi ini tidak hanya diberikan untuk bentuk kreativitas dan inovasi dalam penemuan produk baru yang hanya bisa dilakukan oleh tim R & D, namun dari supporting team seperti marketing, HR, Finance, Administration dan PR juga bisa turut submit hasil kreativitas dan inovasinya dalam hal mekanisme kerja, ide kreatif, proses kerja baru dan kreativitas lain yang memiliki dampak terhadap bisnis, mengurangi biaya, efisien dan efektif.


Internal Campaign

Contoh-contoh real dari manuver di internal PR yang sudah kami lakukan adalah pada strategi campaign internal, audiens karyawan kami sekarang secara demografi lebih dari 60% kelompok Millennial / Y Generation, sehingga penyebaran informasi untuk internal harus betul-betul didisain dan kreatif sehingga menarik untuk diklik dan dibaca oleh karyawan, baik dari tampilan disain, content maupun internal campaign. Salah satunya kami mentransformasi bulletin internal menjadi e-bulletin – Biomagz yang dapat diakses dengan android/iOS dan mengintegrasikan video foto 360 derajat dalam majalah tersebut, membentuk internal buzzer, melakukan kampanye media sosial di internal secara online dan edukasi langsung oleh top management (CEO).

Lalu pada fungsi Eksternal PR adalah bagaimana kemampuan mengemas berbagai aktivitas korporasi dari aktivitas biasa saja menjadi sesuatu yang memiliki value tinggi dan membuat orang melirik, dari mulai penamaan program, story telling dan kreativitas yang berbeda dengan yang lain. Bagaimana kami mampu membantu UKM unggulan perusahaan dikenal lebih baik dan bahkan berdampak mendorong masuk ke pasar eksport dengan bantuan mengemas komunikasi CSR dengan kreatif. Contohnya kami memiliki perencaaan dan taktik untuk turut membangun brand dan PR campaign pada setiap tahun bagi UKM unggulan perusahaan, story dan kreativitas ini nantinya berkontribusi untuk strategi manuver untuk level internasional dan mendukung reputasi internasional.

Reward untuk Manuver

Saya secara pribadi merasakan sendiri bagaimana kapasitas dan kapabilitas manuver PR ini mampu mendorong reputasi dengan impact yang luar biasa. Personal qualities PR ini harus dilatih dan manajemen sangat beruntung apabila memiliki banyak praktisi PR yang memiliki kemampuan manuver PR luar biasa.

Sebuah manuver sama halnya dengan kemampuan strategic creativity dalam pekerjaan, kapasitas ini sangat disukai oleh manajemen perusahaan dimanapun, karena perusahaan lebih efisien dan tidak bergantung pada konsultan/pihak eksternal.

Alhamdullilah, pada 2016 lalu, Department Corporate Communication setelah melalui proses oleh tim ahli berhasil meraih innovation award untuk kategori Hybrid PR, yaitu strategi manuver pengelolaan content development melalui tools PR 1.0 dan PR 2.0, berisi taktik kapan menerapkan strategi tools tersebut, kapan menyesuaikan diri, kapan bertahan dan kapan melakukan serangan dengan  akselerasi ketika menghadapi krisis dan risiko-risiko komunikasi.   Apakah ini sebuah manuver? Bagaimana dengan manuver PR di kantor Anda?



Untuk teman-teman yang sudah berpindah karir diluar PR, yang mungkin saja menimpa kita dan saya, kapanpun, saya pribadi memiliki prinsip ditempatkan dimanapun apabila secara pribadi kita sudah menyukai dan mendalami bidang tersebut kita bisa perdalam dan dedikasikan kepakaran tersebut  pada bidang yang kita minati, bisa dikembangkan di luar kegiatan kantor, baik dengan bergabung pada organisasi profesi maupun melalui pengembangan peran kita menjadi bagian dari praktisi akademisi, atau dengan memberi inspirasi dan memberikan manfaat sosial lainnya pada masyarakat.
  Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Bio Farma
Kandidat Doktor Komunikasi Bidang Kesehatan, Fikom UNPAD
Ketua Bidang Wilayah & Sosial, FHBUMN
Ketua PERHUMAS Jabar