Muhammad Ikhsan
Dikirimkan oleh Pada 12 Mei 2017

Dari Pusentasi Hingga Kaluku, Keindahan Pantai Tanah Donggala

Oleh : Muhammad Ikhsan

Kota Palu, siapa yang tidak mengenal ibu kota dari Provinsi Sulawesi Tengah ini? Selain lokasi kotanya yang agak unik karena berada di pinggiran teluk dan dilewati garis khatulistiwa, salah seorang pejabat Kota Palu juga merupakan artis kenamaan ibu kota, yang tidak lain adalah Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu yang sekarang menjadi Wakil Walikota Palu.

Belum lama ini, di awal Agustus 2016, saya berkesempatan berdinas di Kota Palu untuk kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) menjelang hari kemerdekaan RI ke-71. Tidak banyak waktu untuk menikmati keindahan Kota Palu, walau saya berada 10 hari di kota tersebut. Namun, di akhir perjalanan dinas, saya mencoba menyempatkan diri mengunjungi dua tempat yang identik dengan air di Kabupaten Donggala yang tidak jauh dari Kota Palu.

Kedua tempat tersebut yakni Pusentasi dan Pantai Kaluku, yang keduanya berada sekitar 55 km dari Kota Palu. Objek wisata Pusentasi dinamakan berdasarkan bahasa Kaili yang berarti Pusat Laut. Untuk mengunjungi Pusentasi, kita dapat menggunakan sepeda motor dan juga mobil, namun pada saat itu saya menggunakan mobil dengan waktu tempuh sekitar satu jam hingga satu setengah jam.

Jalan menuju Pusentasi terbilang bagus meskipun semakin mendekat, akses jalan akan semakin menyempit. Sekitar 4 km sebelum sampai ke lokasi, akses jalan sudah tidak lagi beraspal, jadi harus berhati-hati jika membawa kendaraan ke Pusentasi.

Setelah menempuh satu setengah jam perjalanan, akhirnya saya bersama empat rekan saya sampai di Pusentasi. Tidak terlalu banyak wisatawan yang ada di lokasi ini.  Namun untuk akses informasi, sudah ada rumah kecil milik Dinas Pariwisata setempat, dan kita dapat menanyakan banyak hal tentang objek wisata ini ke penjaga yang ada.

Untuk memasuki lokasi wisata ini, tentunya tidak gratis, ada biaya masuk yang harus dikeluarkan. Tetapi tunggu dulu, biayanya terbilang sangat murah. Untuk tiket masuk wisatawan yakni Rp 3.000,- per orang, dan biaya parkir mobil Rp 6.000,- per mobil. Sangat terjangkau kan? Jangan lupa untuk membawa camilan dan minuman saat berkunjung ke objek wisata ini.

Setelah membayar tiket masuk, kita akan berjalan kaki menuju sebuah bangunan yang ditemboki melingkar. Disitulah terdapat Pusentasi, yang terlihat seperti lobang besar yang dibawahnya terdapat air laut. Diameter pusat laut sekitar 15 meter dengan kedalaman 25 meter.

Tidak terlalu banyak wisatawan yang terlihat, hanya sekitar 10 wisatawan yang berdiri melihat-lihat Pusentasi dari pinggir. Para wisatawan yang hadir akan disuguhi atraksi melompat ke Pusentasi oleh anak-anak yang merupakan warga setempat. Para wisatawan cukup melemparkan uang koin atau uang kertas yang diisi oleh batu, maka anak-anak tersebut siap membuat Anda tercengang akan keberaniannya.

Objek wisata kebanggan Kabupaten Donggala ini, tidak hanya untuk dilihat oleh para wisatawan, namun juga akan memanggil para wisatawan untuk menguji adrenalinnya. Belum sah ke Pusentasi jika belum terjun ke dasar Pusentasi dan menikmati air laut Pusentasi.

Berdasarkan informasi yang di dapat dari warga setempat, air di dalam Pusentasi mengalir berasal dari Pusaran Laut Selat Makassar. Keunikan lain dari Pusentasi yakni jika air laut yang berada tak jauh dari Pusentasi surut, maka air Pusentasi akan pasang, dan sebaliknya.

Di sekitar Pusentasi juga terdapat pantai kecil yang bersih dengan hamparan pasir putih. Juga terdapat ayunan yang menggantung di batang-batang pohon besar di pinggir pantai. Saya dan teman-teman pun menikmati ayunan tersebut dengan pandangan yang sangat luar biasa, dari pasir putih, laut biru dan hijau, hingga guratan awan dengan warna biru dan putih.

Setelah merasa cukup berada di objek wisata Pusentasi, kami memutuskan untuk pindah ke objek wisata Pantai Kaluku, yang juga masih berada di Kabupaten Donggala. Jarak menuju Pantai Kaluku dari Pusentasi sangatlah dekat, dengan waktu tempuh sekitar 10 menit.

Sesampainya kami di Pantai Kaluku, hanya ada beberapa perbedaan saja antara pantai yang berada di Pusentasi dan Pantai Kaluku. Di Pantai Kaluku, kami tidak harus membayar tiket masuk, serta pengunjung Pantai Kaluku terbilang lebih banyak dibandingkan Pusentasi.

Keindahan Pantai Kaluku terlihat dari hamparan pasir putih dan warna laut yang jernih. Untuk kebersihan, saya sangat salut, hampir tidak ditemukan sampah di sepanjang pantai. Selain dapat bermain air, di Pantai Kaluku juga dihiasi dengan papan-papan kayu yang bertuliskan kata-kata mutiara dan ungkapan cinta. Spot ini menjadi tempat favorit wisatawan untuk berfoto.

Lapar? Jangan khawatir, setelah sampai di Pantai Kaluku, banyak terdapat gubuk-gubuk rumah makan. Kita dapat memesan makanan dan minuman untuk mengganjal perut, serta menyantapnya di meja-meja kayu yang tersedia di dekat pantai. Untuk harga, jangan salah ya, pedagang di sini tidak aji mumpung menggetok harga makanan hingga mahal. Untuk seporsi mi instan saja, hanya dipatok Rp 8.000,- per porsi. Masih masuk akal harganya kan.

Tidak banyak aktivitas yang dapat kami lakukan di Pantai Kaluku, karena keterbatasan waktu dan kami harus kembali ke Jakarta. Tetapi tenang saja, kami sudah sempat mencicipi Uta Kelo yang berarti sayur daun kelor. Mitosnya, yang memakan sayur tersebut, akan berkesempatan kembali lagi ke Palu. Semoga saja. Sampai bertemu lagi di lain waktu, Palu dan keindahan pantai Kabupaten Donggala!



 

  Muhammad Ikhsan

Public Relations Officer
PT Bhanda Ghara Reksa (Persero)

Beranda Inspirasi Catatan dari Kawan Dari Pusentasi Hingga Kaluku, Keindahan Pantai Tanah Donggala